Kamis, 08 November 2018

Masa Kedaluarsa Talenan


          Screenshoot di atas adalah sepenggal informasi tentang arti kata kedaluarsa yang diperoleh dari situs : kbbi.kemdikbud.go.id. Semua hal memiliki masa kedaluarsa. Hanya beberapa jenis makanan saja yang hampir tidak memiliki masa kedaluarsa. Penasaran? Silakan googling hahaha... Salah satu yang saya tahu adalah madu. Madu hampir tidak memiliki masa kedaluarsa karena kandungan airnya sangat sedikit. Sehingga mikroorganisme atau jamur susah berkembang biak disana. Tetapi hampir keseluruhan benda memiliki masa kedaluarsanya masing-masing. Tak terkecuali talenan.

          Talenan adalah salah satu alat dapur (informasi bagi yang jarang ke dapur). Talenan berfungsi sebagai alas untuk memotong baik itu bahan makanan ataupun makanan jadi, daging ataupun sayuran, untuk alas mencincang, dsb. Talenan adalah salah satu alat dapur yang selalu ada dalam tiap-tiap rumah. Tapi banyak yang belum mengerti kalau talenanpun memiliki masa kedaluarsanya. Kapan? Jelas hal itu belum bisa dipastikan, karena di talenan tidak tertera tanggal pasti kedaluarsanya. Tapi saya akan memberikan kisi-kisi atau tanda bahwa talenan kalian sudah memasuki masa pensiunnya.
Talenan plastik

Talenan kayu
          Talenan rata-rata memiliki 2 jenis bahan pembentuknya. Yakni kayu dan plastik. Tapi mereka memiliki masa kedaluarsa yang sama, dan bahaya yang relatif sama. Mungkin lebih bahaya talenan plastik menurut saya. Talenan dikatakan sudah kedaluarsa bukan dilihat dari tanggal pembelian atau dari usia talenan tersebut. Tetapi dapat dilihat dari bentuk dan kondisi talenan yang dipakai. Talenan yang bagian tengahnya sudah cekung, memiliki banyak goresan, dan sudah berwarna kehitaman adalah tanda bahwa talenan tersebut sudah tidak layak pakai. Mengapa? Karena talenan yang memiliki kondisi tersebut sangat berpotensi menimbulkan kontaminasi silang (baca : mencemari makanan). Jika talenan kalian memiliki banyak goresan dan sudah berwarna kehitaman, apakah kalian yakin bahwa talenan tersebut bersih? Meskipun dicuci menggunakan sabun, sangat besar kemungkinan bakteri dan jamur masih bersembunyi di celah tersebut.

Talenan kedaluarsa
           Selain itu, jika talenan sudah banyak goresan, besar juga kemungkinannya serpihan dari talenan ikut menempel pada makanan. Ini kenapa di awal saya tulis lebih mengkhawatirkan talenan plastik. Jika serpihan plastik tadi ikut termasak atau termakan, plastik ini bisa meracuni tubuh kalian, dan memicu tumbuhnya sel kanker guys.


SARAN :

1. Gantilah talenan kalian jika sudah menunjukkan tanda-tanda tersebut. Karena sudah
    tidak sehat lagi.

2. Minimal kalian memiliki 2 talenan untuk memotong buah/sayur, dan untuk memotong 
    daging.

3. Jangan gunakan talenan bekas potong bahan makanan untuk memotong makanan yang 
    sudah siap saji. Karena kotoran di bahan makanan bisa menepel di makanan yang 
    sudah siap disajikan melalui talenan.

4. Sebaiknya talenan digunakan hanya untuk memotong bahan makanan. Supaya, jika ada 
    kotoran yang menenpel di bahan makanan, bahan makanan tersebut masih melalui 
    proses pemasakan yang dapat mengurangi resiko berkembangbiaknya mikroorganisme 
    dan jamur yang berasal dari celah goresan talenan


NB : seluruh gambar yang ada di blog ini adalah hasil googling, dan sumbernya saya dapat dari situs kesehatan baik dari Indonesia maupun mancanegara, beberapa sumber dari buku, dan dari hasil perkuliahan yang saya lakukan.

Sabtu, 24 Januari 2015

Tips Memilih Tempat Sampah Yang Baik

        Mungkin sebagian besar masyarakat masih menyepelekan hal ini. Masa sih mau beli tempat sampah aja sampek se-repot itu? Tapi, sebetulnya tempat sampah yang akan kita gunakan sangat berpengaruh bagi kesehatan kita lho. Tempat sampah yang tidak tepat dapat memicu penyakit-penyakit yang dapat mempengaruhi kesehatan penghuninya. Contohnya, pada akhir tahun 2014 lalu banyak berita mengabarkan tentang gangguan pendengaran yang dialami manusia. Kenapa? Ternyata ada larva lalat (belatung) yang hidup di rongga telinganya. Sedangkan lalat sangat tertarik dengan sampah dan makanan kita. Nah, kali ini saya akan memberikan tips memilih tempat sampah yang sehat dan aman.



Jenis tempat sampah
Jenis dari tempat sampah sangat banyak, tetapi ada beberapa tempat sampah yang kurang baik. Beberapa jenis tempat sampah dapat mengundang hewan masuk ke rumah. Tentu saja kita dapat mengira hewan apa saja itu, seperti kecoa, tikus, lalat, bahkan kucing. Pilihlah tempat sampah yang tertutup, jangan yang terbuka, karena bau yang ditimbulkan selain tidak sedap dan mencemari udara di sekitar, sampah akan mengundang hewan untuk masuk ke dalam.

Desain tempat sampah
Dalam hal ini bukan tentang gambar yang menarik atau bentuk yang unik, tetapi fungsi dari tempat sampah itu sendiri. Pilihlah tempat sampah yang dapat menutup secara otomatis. Biasanya tempat sampah jenis ini sangat umum ditemui. Contohnya tempat sampah yang memiliki injakan untuk membuka penutupnya, tempat sampah yang memiliki penutup berbentuk limas, dsb.

Warna tempat sampah
Mungkin tempat sampah kita sudah tertutup rapat, tetapi warna dari tempat sampah bisa juga mengundang lalat. Untuk informasi, sebetulnya lalat tertarik kepada warna cerah, khususnya kuning. Jadi pilihlah warna tempat sampah yang agak gelap agar lalat tidak hinggap di sampah anda.

Hindari tempat sampah dengan sudut tajam
Selain warna yang terang, lalat juga senang hinggap di sudut-sudut tajam. Sehingga usaha anda akan sia-sia jika tempat sampah anda masih banyak terdapat sudut-sudut tajam. Gunakanlah tempat sampah yang lebih berbentuk lonjong atau bulat.

Sesuaikan jenis tempat sampah dengan kantong anda
Ini adalah hal terpenting yang perlu kita pertimbangkan. Belilah tempat sampah yang sesuai dengan budget anda. Tidak perlu membeli tempat sampah yang mewah dan menarik, yang terpenting sehat dan aman. Tetapi meskipun kalian membeli tempat sampah yang terbuka, pastikan penanganan sampahnya benar dan sehat.

tempat sampah terbuka dan berwarna terang
melapisi tempat sampah dengan plastik dan koran
tempat sampah yang tertutup dan praktis
tempat sampah dengan warna gelap,
menutup otomatis, dan tidak bersudut tajam.


        Apapun jenis tempat sampah kalian, gunakanlah kantong plastik untuk melapisi bagian dalam tempat sampah. Lebih baik juga bagi kita jika memiliki lebih dari 1 tempat sampah, bedakan antara sampah organik dan anorganik. Juga jagalah kondisi sampah kalian agar tidak menimbulkan lindi (cairan bau yang biasa timbul dari sampah), gunakan gumpalan kertas pada dasar kantong sampah agar cairan tersebut terserap oleh kertas. Kemudian, jangan lupa buang sampah kalian pada tempat penampungan sampah yang ada di daerah kalian, jangan buang sembarangan atau bahkan di sungai. Oke...

NB : seluruh gambar yang ada di blog ini adalah hasil googling, dan sumbernya saya dapat dari situs kesehatan baik dari Indonesia maupun mancanegara, beberapa sumber dari buku, dan dari hasil perkuliahan yang saya lakukan.

Jumat, 02 Januari 2015

Life Hacks! Cara Mudah Untuk Hidup Lebih Mudah

        Hai, lama gak nulis lagi nih. Ya maklum saya sedang mulai disibukkan dengan hal - hal tentang tugas akhir. Jadi mungkin selama setahun ini akan jarang nge-post artikel baru. Oke langsung aja deh.

        Setiap hari kita pasti menemukan masalah baru dalam hidup kita, entah itu masalah besar ataupun masalah sepele. Contoh masalah yang kita temui sehari - hari seperti kunci motor yang hilang entah dimana letaknya, atau buat mahasiswa sering menemui masalah seperti koneksi internet dari hotspot yang melemah. Hal ini adalah masalah - masalah super sepele yang sering kita temui tiap hari, tapi jujur membuat kita tidak bisa tenang khususnya saat benda itu sedang sangat kita butuhkan. Tapi tenang, kita bisa meminimalkan hal menjengkelkan tersebut dengan cara yang sangat mudah dan murah.


        Life hacks adalah solusinya. Jadi kita akan menemukan bahwa sesungguhnya kita bisa meningkatkan kenyamanan hidup kita dengan cara yang sederhana. Tapi "life hacks" bukanlah merk dagang loh ya, jadi di sini saya bukan promosi barang dagangan hehehe.... Di sini kita akan lebih sering mempraktikkan 3R (Reduce, Reuse, Recycle), khususnya di bagian reuse. Mau bukti? Saya akan tampilkan beberapa gambar yang mungkin bisa dicontoh untuk dibuat dirumah.

Speaker handphone dari kaleng sama karton tisu bekas


Tandai masing - masing kabel dengan klip pembungkus roti
        Gimana? Menarik kan? Sebetulnya masih banyak lagi hal yang bisa kita pelajari. Atau mungkin kalian bisa ciptakan metode sendiri dengan kreatifitas kalian. Yang pasti, kita bisa hidup jauh lebih nyaman dan yang terpenting tetap ramah lingkungan. Kalau kalian mau tau banyak tentang life hacks, kalian bisa buka youtube kok. Pakai aja kata kunci life hacks nanti juga banyak yang keluar (jadi ketahuan kalau yg nulis suka buka youtube). So, be creative and make your life easier.

NB : seluruh gambar yang ada di blog ini adalah hasil googling.

Selasa, 14 Oktober 2014

Sudah Melakukan 4M+ Tapi Kok Masih Kena Demam Berdarah?

        Mungkin kita pernah mendengar istilah 4M+ dari kader - kader jumantik (juru pemantau jentik) di daerah kita. Kalau ada yang belum pernah dengar, saya akan bahas sedikit tentang istilah ini. 4M+ adalah singkatan dari Menguras, Menutup, Mengubur, dan Memantau, sedangkan + (plus) adalah tidak menggantung baju, memelihara ikan predator jentik, menghindari gigitan nyamuk, dan memberi bubuk abate. Agak sedikit berbeda dengan 3M yang dulu tetapi menurut saya hal ini memang lebih efektif. Pasalnya metode ini memang bukan hanya lagi ditujukan untuk membasmi jentik dan tempat perindukannya saja, tetapi juga untuk nyamuk dewasa juga.

        Tapi mungkin kalian pernah mengalami atau mengetahui bahwa masih ada kejadian demam berdarah, meskipun jumantik telah melakukan pemeriksaan dan kalian sudah melakukan tindakan 4M+. Kira - kira apa penyebab sebenarnya hal ini dapat terjadi? Sebelumnya perlu kita ketahui bahwa nyamuk Aedes aegypti penyebar penyakit demam berdarah (bukan penyebab penyakit, penyebabnya adalah virus dengue)  selalu bertelur pada air yang tenang dan bersih. Kita pasti sudah bisa menebak di mana saja kondisi yang sesuai dengan kriteria air yang dimaksut, bak mandi, tempat menampung air, kaleng bekas dan ban bekas yang menampung air hujan, dll.



        Tapi ternyata ada beberapa tempat yang bisa digunakan sebagai tempat perkembangbiakan nyamuk selain tempat - tempat diatas. Tempat ini berada di sekitar kita tetapi sering luput dari pengawasan jentik nyamuk. Banyak kejadian DBD dikarenakan luputnya pengawasan terhadap tempat - tempat ini. Berikut salah satu contoh tempat favorit nyamuk berkembang biak yang sering luput dari pandangan kita :


        Ya, tetapi tempat menampung tumpahan air pada dispenser hanya salah satu dari beberapa tempat lain, contohnya seperti penampung air lemari es, tempat minum hewan peliharaan kita, bahkan bekas potongan bambu yang terisi air dapat menjadi tempat berkembang biak hewan ini. Dan parahnya, jika ada 1 nyamuk yang membawa virus ini, maka ia dapat membahayakan puluhan jiwa hanya dalam satu malam. Mengapa? Karena sifat dari Aedes aegypti tidak akan minum darah manusia dari 1 sumber saja, ia akan berpindah - pindah tempat meminum darah beberapa orang sedikit demi sedikit hingga ia kenyang. Dan ditambah dengan jarak terbang dari nyamuk ini dalam 1 hari dapat menempuh jarak hingga 100 meter, tetapi jika ia terdorong oleh angin, maka jarak terbangnya dapat mencapai hingga 1 kilometer. Jadi dalam 1 malam penduduk dalam radius 1 kilometer sangat berpotensi menjadi korban DBD. Itulah mengapa di awal tadi saya katakan bahwa dalam 1 malam nyamuk ini dapat membahayakan puluhan jiwa.

         Maka dari itu jika kita menemukan adanya penderita positif DBD di daerah kalian, segeralah melapor kepada unit puskesmas terdekat agar segera ditindaklanjuti. Semakin kita teliti dalam mencari sumber tempat habitat nyamuk, maka akan semakin kecil kemungkinan kita terjangkit penyakit mematikan ini.



NB : seluruh gambar yang ada di blog ini adalah hasil googling, dan sumbernya saya dapat dari situs kesehatan baik dari Indonesia maupun mancanegara, beberapa sumber dari buku, dan dari hasil perkuliahan yang saya lakukan.

Senin, 06 Oktober 2014

Styrofoam (Gabus) Si Sampah Abadi

        Hai hai, mungkin tidak semua orang akrab dengan kata - kata styrofoam, tapi kalau gabus pasti semua kalangan pernah mendengar dan mengetahuinya. Kita sering menjumpai bahan ini pada wadah pembungkus makanan kita, sebagai bantalan pelindung pada box peralatan elektronik, dsb. Bahan yang satu ini memang terbilang cukup murah dan tahan lama. Maka dari itu bahan ini masih mempunyai banyak peminat, khususnya di Indonesia.
Tumpukan sampah styrofoam (gabus)
        Tapi tahukah kalian bahwa sebetulnya styrofoam atau gabus inilah yang menjadi salah satu pencemar lingkungan. Kenapa? Kalau kalian pernah dengar mungkin bahwa plastik dapat terurai tetapi membutuhkan waktu ratusan tahun, tapi untuk gabus ini sampai kapanpun tidak akan pernah terurai. Hmm... kebayang kan kalau gabus tidak bisa terurai, dia akan menyelimuti bumi entah cepat atau lambat. Meskipun orang - orang yang peduli akan gabus sudah banyak, contohnya menggunakannya sebagai campuran beton dan lainnya sudah banyak, tetapi tidak bisa dipungkiri jumlah sampah styrofoam tetap meningkat.


        Negara - negara maju sudah mengurangi penggunaan dari bahan styrofoam ini karena sangat tidak ramah lingkungan, salah satu bahan pembuatnya juga menggunakan CFC (Chlorofluorocarbon), yang tidak lain adalah salah satu penyebab global warming. Tetapi di negara berkembang seperti Indonesia, penggunaan styrofoam masih sangat tinggi, salah satunya sebagai wadah pembungkus makanan. Tapi tahukah kalian bahwa bahan ini selain tidak ramah lingkungan, juga dapat membahayakan tubuh kita. Beberapa bahan pembuat styrofoam ini bersifat karsinogenik (pemicu penyakit kanker), dan parahnya bahan tersebut sangat mudah larut dalam makanan. Meskipun sekarang banyak beredar wadah styrofoam yang bagian dalamnya dilapisi plastik, tetapi apakah kalian yakin bahwa plastik tersebut tidak akan leleh/mencemari makanan kalian? Jadi jauh lebih baik bagi kita jika membeli makanan dengan menggunakan wadah mangkuk ataupun plastik yang sudah teruji baik untuk makanan.


        Tetapi baru - baru ini, California membuat inovasi baru. Mereka memanfaatkan sifat dari styrofoam yang tidak dapat terurai. Tidak dapat terurai berarti ia tidak akan berkurang baik bobot maupun volumenya, jadi styrofoam akan mempunyai bentuk yang tetap. Sehingga munculah ide penggunaan styrofoam sebagai bahan pondasi untuk pembangunan jalan raya. Jadi, mereka menggunakan blok - blok styrofoam dan menatanya sedemikian rupa. Tapi kalau aspalnya nantinya berlubang, dan ban mobil menggesek permukaan styrofoam kira - kira bahaya nggak ya buat sekitarnya?

Pondasi jalan raya dari styrofoam (gabus)



NB : seluruh gambar yang ada di blog ini adalah hasil googling, dan sumbernya saya dapat dari situs kesehatan baik dari Indonesia maupun mancanegara, beberapa sumber dari buku, dan dari hasil perkuliahan yang saya lakukan.

Jumat, 03 Oktober 2014

Tips Kecil Memperlancar Aliran Air Di Rumah

        Saat pagi, air yang mengalir dari kran kita sangat tidak bertekanan, tetapi semakin beranjak malam, tekanan air menjadi deras. Mungkin hampir setiap orang pernah mengalami hal ini, ini bisa dikarenakan jumlah pengguna air dari PDAM sangat banyak saat pagi hari, sehingga banyak orang yang mengkonsumsi air PDAM secara bersama - sama. Tapi kehilangan tekanan pada air tidak hanya terjadi untuk air PDAM saja lho, mesin pompa-pun dapat mengalami hal serupa. Nggak percaya? Bisa kok, hal ini disebabkan karena pipanya. Yang menjadi masalah disini bukan jenis pipa yang dipakai, tapi kekasaran permukaan dalam pipa dan aksesoris pipa yang digunakan.

Jaringan perpipaan
        Kehilangan tekanan atau berkurangnya tinggi semburan biasa disebut dengan istilah head loss (kerugian energi). Dan kali ini saya akan membahas tentang kehilangan energi karena aksesoris pipa. Memang penggunaan aksesoris pipa hanya mempengeruhi 15% dari total head loss, tetapi harapan saya melalui artikel ini kita bisa belajar paling tidak dapat mengurangi total head loss yang kita dapat (khususnya bagi keluarga baru yang akan membangun sebuah rumah maupun bagi keluarga yang akan merenovasi rumahnya).

        Mungkin ada beberapa dari pembaca yang masih bingung tentang "apa itu aksesoris pipa". Aksesoris pipa adalah penyambung pipa yang digunakan untuk membelokkan ataupun menambah jumlah saluran pipa. Jenis dari aksesoris pipa bermacam - macam, ada knee, elbow, cross, plug (lebih sering disebut dop di pasaran), dll. Kita membutuhkan aksesoris ini untuk menambah jumlah saluran agar dapat ditempatkan di tempat yang membutuhkan air, contohnya seperti kamar mandi, dapur, halaman, dll. Tetapi semakin banyak kita menggunakan aksesoris pipa, maka semakin besar tekanan air yang akan hilang. Mungkin perubahan tekanan yang kita alami tidak drastis, karena seperti yang saya tulis di awal bahwa pengaruhnya hanya 15% dari total kerugian yang kita dapat.

Macam - macam aksesoris pipa
        Maka dari itu sebaiknya saat kita melakukan perencanaan membuat saluran pembagian jumlah air, pastikan kita membuatnya se-efisien mungkin dan usahakan untuk menggunakan aksesoris seminim mungkin (se-ekonomis mungkin). Diameter pipa yang kita gunakan sebaiknya tidak terlalu besar juga, sesuaikan dengan kebutuhan, agar tidak banyak air yang memenuhi pipa.



NB : seluruh gambar yang ada di blog ini adalah hasil googling, dan artikel ini saya dedikasikan untuk Alm. Didik Sugeng Purwanto, salah satu dosen saya yang tutup usia pada tanggal 29 September 2014, yang menjadi sumber terciptanya artikel ini.

Selasa, 16 September 2014

Tidak Selalu Escherisia coli Dan Keluarganya Merugikan

        Banyak sekali jenis bakteri yang merugikan bagi manusia. Dan tidak sedikit bakteri yang dapat menghasilkan racun dari hasil metabolismenya. Salah satunya adalah si kecil berambut Escherisia coli. Meskipun tidak semua golongan coli merugikan kita, contohnya secara alami salah satu golongan coli dalam tubuh kita dapat menghasilkan vitamin K2. Tetapi E. coli dapat menghasilkan sebaliknya, ia dapat menghasilkan zat racun yang biasa disebut verotoksin. Racun yang dihasilkan oleh bakteri yang satu ini dapat menimbulkan sakit diare.

Escherisia coli
        Bakteri ini juga sering digunakan sebagai salah satu tolak ukur pemeriksaan air minum kita. Kenapa demikian? Karena jika air yang diteliti ternyata terdapat E. coli, maka dapat dipastikan bahwa air yang kita konsumsi telah tercemar oleh tinja. Hiiii...... kebayang kan  gimana jadinya kalau kita minum air yang secara langsung udah kecampur sama benda begituan meskipun secara kasat mata nggak leliatan. Jadi, kalau kalian punya sebuah usaha rumah makan atau air minum isi ulang, dan ada petugas yang mau ambil sampel ke tempat kalian, saranku jangan ditolak, toh hasilnya dan manfaatnya juga buat kalian sendiri.

Struktur tubuh Escherisia coli

        Bakteri ini juga tergolong kuat, karena bakteri ini dapat hidup di luar tubuh makhluk hidup. Jadi dia bisa berenang - renang terombang - ambing dalam air dengan waktu yang cukup lama. Selain itu bakteri ini juga bisa kita anggap sebagai malaikat penolong bagi penyandang diabetes melitus. Pasalnya dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, sekarang kita bisa memproduksi insulin lewat bakteri yang satu ini. Tahu sendiri kan, para penderita diabetes membutuhkan insulin untuk memecah gula yang ada dalam tubuhnya. Dengan rekayasa genetika, DNA dari bakteri ini dipotong dengan menggunakan enzim, dan diganti dengan gen yang mengandung insulin. Dengan jalan demikian, bakteri yang DNA-nya telah direkayasa dapat membelah diri dan menghasilkan gen pembentuk insulin pada individu lainnya, keren kan.



NB : seluruh gambar yang ada di blog ini adalah hasil googling, dan sumbernya saya dapat dari situs kesehatan baik dari Indonesia maupun mancanegara, beberapa sumber dari buku, dan dari hasil perkuliahan yang saya lakukan